NOVEL: PRETTY GIRLS By Karen Slaughter

Buku terakhir (ke6) untuk disubmit ke Reading Challange JaneXLia. Buku thriller suspense yang jujurnya paling berhasil mengaduk perasaan, dan bikin nangis saking kebawa emosi ๐Ÿ˜ญ... 


Nama Karin Slaughter buatku terdengar masih asing. Ini bukunya yang pertama kali kubaca, dan sukses membuat penasaran untuk mencari buku-buku beliau yang lain. Sebagus itu memang tulisannya ❤️..



-----------------


Pretty Girls ditulis dengan alur maju mundur dan dari 2 POV tokoh cerita, pertama dari tokoh Claire, dan kedua dari POV ayahnya Sam Carrol, yang menuliskan seluruh apa yang dia rasakan di buku harian saat kehilangan anak pertamanya yang sangat dia cintai. 


Kehidupan keluarga Carrol hancur berantakan saat putri pertama mereka, Julia (19 THN), diculik dan hilang tanpa jejak bertahun-tahun lamanya. Kedua orangtuanya, Sam dan Helen, ga pernah sedikitpun menyerah untuk bisa menemukan jejak anak mereka. Sheriff yang membantu saat itu malah dengan entengnya berkata, "Halah, palingan Julia hanya kabur dan kawin lari. Ga usah dipikirin bangetlah. Anak zaman sekarang kan begitu" ๐Ÿ˜ค.


 Di akhir cerita, ternyata Sherif geblek ini salah satu yang terlibat dalam hilangnya Julia... 


Bertahun-tahun mencari, mereka lupa, kalau mereka masih memiliki 2 anak perempuan cantik lainnya, yang seakan terlupakan dengan kasus hilangnya Kakak mereka, Lydia dan Claire. Beberapa tahun setelah hilangnya Julia, Ayah mereka bunuh diri dengan menenggak obat-obatan melebihi dosis.  Lydia menjadi semakin liar, terlibat obat-obatan, kluar masuk penjara sampai akhirnya dia mengaku bahwa calon suami Claire, Paul Scotts, mencoba memperkosanya. 


Sayang, ibunya dan Claire memilih tidak percaya, karena Paul selalu terlihat baik, sopan, lelaki  jenius yang sangat berbakat dengan dunia arsitektur dan gadget. Lydia yang merasa sakit hati karena dianggap berbohong, memilih meninggalkan keluarganya dan hidup mandiri ....


20 TAHUN KEMUDIAN .....

Siapa sangka, hubungan keluarga yang terputus itu, tiba-tiba tersambung kembali hanya karena meninggalnya Paul, dibunuh secara brutal oleh penjambret pinggir jalan. 


Claire yang merasa saat itu hidupnya akan runtuh dengan meninggalnya Paul, tanpa sengaja mengakses komputer suaminya, dan menemukan ratusan video dari wanita-wanita yang pernah dikabarkan hilang, sedang disiksa, diperkosa dan pada akhirnya dibunuh secara sadis ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.. Saat itu Claire belum melihat video dari Julia kakaknya. 


Rasa shock yang sangat, membuatnya kurang bisa berpikir jernih. Claire malah melaporkan hal itu kepada kepala polisi  Mayhem, yang menghandle kasus kematian suaminya. Tapi Mayhem dengan santai berkata, 'ga usah kuatir, itu cuma rekayasa kamera. Bukan pembunuhan sungguhan kok. Namanya aja film' . 


 ๐Ÿคฌ Ga polisi, ga Sherif pada cepet amat ambil kesimpulan. Ga pake acara invetigasi dulu, langsung aja nyerocos. Tau kaaaan yeee,  yang tipe begini, justru biasanya terlibat dalam kejahatan tersebut ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ. 


Claire yakin video itu bukan rekayasa. Dan kini dia merasa takut, karena tak ada satupun yang bisa dia percaya. Beberapa kali dia mendapat tekanan, dan rumahnya bahkan sempat kemasukan pencuri, walau tidak berhasil membawa apapun . Dia curiga pencuri itu ingin mengambil berkas-berkas data yang tersimpan . Dalam kekalutannya, galau apakah suaminya benar terlibat dalam penculikan dan pembunuhan para wanita-wanita muda itu, Claire menghubungi Lydia...

 

Penyelidikan yang mereka lakukan berdua, menyingkap satu per satu kenyataan mengerikan yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, termasuk kejelasan nasib dari Julia, dan bahwa ayah mereka tidak bunuh diri, melainkan dibunuh oleh Paul ๐Ÿ˜ญ. 


KENYATAAN TENTANG JULIA ...

Part yang paling sedih dan bikin nangis ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Claire dan Lydia menemukan lebih banyak video pembantaian, yang ternyata salah satunya  adalah Julia. Bayangkan kesakitan yang mereka rasakan, ketika melihat saudara kandung, Kakak yang mereka cintai, disiksa, diikat, tidak berdaya, menangis kesakitan, memohon agar siksaan itu dihentikan, dicambuk, dicap dengan besi panas, dan pada akhirnya ditebas menggunakan parang ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Seakan itu belum cukup, jasad kakaknya digantung terbalik, dengan kondisi tubuh yang sudah tercabik-cabik, dan pelaku, yang sangat mereka kenal, berfoto dengan seringai bangga di sampingnya. Hati kedua Kakak beradik itu hancur ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.. Mereka seolah merasakan semua sakitnya. 


Gila ini penulisnya, aku curiga dia punya kecendrungan psikopat terpendam ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ถ.. Nama belakangnya aja SLAUGHTER ๐Ÿ˜…... 


SADISM

Kecendrungan seksual yang menyimpang seperti ini, harus diakui masih banyak terjadi. Pelaku menyukai dan bahkan terangsang saat melihat korbannya disakiti. Beberapa malah semakin senang ketika memvideokan hal itu, sehingga bisa dilihat berulang kali. Tentu saja semua dilakukan secara ilegal dan gelap. 


Selain menyiksa, memperkosa dan  membunuh korbannya, pelaku di novel ini bahkan gembira saat mengirim salah satu video Julia, kepada ayahnya, yang semakin hancur saat melihat anaknya dibunuh brutal ๐Ÿ˜ญ. Ini salah satu penggambaran di scene yang mana aku seperti ikut ketarik untuk  menangis membayangkan Sam menonton video anaknya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.. Penulis bukan cuma jago, tapi genius dalam mendeskripsikan adegan seperti benar-benar terjadi. 


KELUARGA ADALAH SEGALANYA

Pada akhirnya Lydia dan Claire saling membantu untuk menjebloskan pelaku dan semua yang terlibat ke ranah hukum. Sayangnya, mereka tidak tahu siapa yang bisa dipercaya. Terbukti beberapa aparat hukum, diback up seorang politisi yang tengah naik daun, terlibat dalam aksi pembunuhan berantai ini.


Claire semakin kalut, saat Lydia tertangkap oleh pelaku dan mulai disiksa perlahan. Claire sadar, kini dia harus berjuang dan menyusun strateginya sendiri. Cukuplah keluarga mereka kehilangan Julia, dia tidak akan membiarkan iblis itu merenggut Lydia juga... 


Comments

  1. Aku baca cerita Mbak Fanny aja jadi merinding. Jangan-jangan penulisnya juga punya kecenderungan sadistis Mbak hahahaha...Dan memang biasanya mereka yang anggap enteng kehilangan orang biasanya terlibat. Cuma aku gak ngerti nih kenapa lingkup penegak hukum melindungi para penjahat, apakah mereka punya kelainan seksual juga?

    ReplyDelete
  2. Kayaknya bagus nih dibikin film, tapi kayaknya aku gak berani nonton hehe. Ini buku terjemahan atau bukan mbak? Penasaran akutuh

    ReplyDelete
  3. Serem banget ya. Teganya pelaku mengirimkan video penyiksaan anaknya kepada sang ayah. Aku nggak bakal sanggup membaca cerita yang seperti ini. Aku pasti takut akan kebayang-bayang setelah bacanya. Serem.

    ReplyDelete
  4. Sedih pas baca ternyata bapaknya endak bunuh diri tapi dibunuh sama Paul. Ditambah kekerasan sama perempuan-perempuan. Hhhmmm depannya kelihatan baik tapi belakangannya membagongkan.

    ReplyDelete
  5. Ya Allah..
    Kak Fan kuat dan tabah banget membaca buku mengenai hal-hal tak biasa begini. Aku merasa beruntung, karena sudah dibuatkan resensi cakep mengenai Buku Pretty Girls.

    Yang aku gak tau, cerita mengenai sadis dan berkaitan dengan wanita, tapi judulnya manis banget yaa..."Pretty Girls"

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

REVIEW NOVEL: PHILOPHOBIA By TESSA INTANYA

REVIEW NOVEL: THE SPOOK'S APPRENTICE By JOSEPH DELANEY

REVIEW NOVEL: GONE BUT NOT FORGOTTEN By Phillip Margolin