NOVEL BURN IT By Robert Crais

Yang dirasakan  seorang book lover ketika menemukan novel yang alurnya menarik,  menegangkan, apik dan sesuai dengan genre favorit, itu langsung kayak....'OMG, siapa ini penulisnya, kok jago amaaaaat bikin ceritaaaa. Pengen baca buku-buku dia yang lain!!' 😍😁


Kali pertama membaca karya dari novelis Robert Crais, dan sumpah langsung jatuh cinta. Mungkin kalo bukan karena reading challange JaneXLia yang bertema Merah atau Putih di bulan Agustus, ntah kapan aku bakal  menyentuh buku ini.




--------------------

Bagaimana perasaan kalian jika menjadi negosiator dalam kasus penyanderaan yang dilakukan 3 remaja, tapi ternyata rumah yang mereka sandera adalah milik seorang akuntan dari komplotan mafia pantai timur Amerika yang paling dicari seantero negeri! Tentu yang pusing bukan hanya polisi setempat, tapi jaringan mafia yang langsung ketar ketir karena semua bukti kejahatan mereka ada di rumah akuntan tersebut πŸ˜…


Talley, komandan yang sering ditugaskan menjadi negosiator dalam setiap usaha penyanderaan. Sebagai negosiator tugasnya adalah membujuk pelaku untuk menyerahkan diri, dan tidak melukai korban-korban sandera di dalam. 


Kali ini, Talley mendapat panggilan tugas,  menjadi penghubung 3 orang lelaki yang mana 2 di antaranya masih remaja. Awalnya mereka hanya ISENG ingin merampok minimarket, tapi tanpa sengaja menembak mati pemilik minimarket itu. Keadaan menjadi panik. Ketiganya kabur menuju perumahan mewah, dan menyandera rumah pertama yang mereka lewati. Rumah yang ternyata dimiliki oleh seorang akuntan mafia  yang bertugas membuat laporan keuntungan palsu tapi masih masuk akal dari kekayaan Sonny Benza, yang tentu saja berasal dari semua sumber haram jaringan mafia yang dia ikuti. 


Akuntan tersebut, Walter Smith, ternyata menyimpan semua bukti kecurangan, dan pemasukan bisnis baik yang legal ataupun ilegal, lengkap dengan nama-nama mafia dan perusahaan yang terlibat! Artinya, jika bukti itu ditemukan, maka dipastikan jaringan besar mafia pantai barat bakal hancur hingga ke akar! 


Sonny Benza. 

Begitu tahu kalo rumah akuntannya sedang diawasi ketat oleh polisi, dengan 3 pelaku penyanderaan yang masih amatir di dalam, Sonny tentu tidak tinggal diam. Kalo sampai polisi mengubek-ubek bagian dalam rumah, dan menemukan disket berisi bukti kejahatan mereka, itu sama saja mengucapkan selamat tinggal kepada dunia. 


Apalagi si kepala mafia nomor satu tidak mungkin hanya pasrah dan memaafkan hal ini. Sonny memeras otak dan mengerahkan seluruh upayanya agar polisi yang memimpin usaha pembebasan sandera, bisa diajak bekerjasama. Dia pun menculik istri dan anak Talley, dengan harapan polisi itu mau menuruti keinginannya mengambil disket yang berisi bukti. Kalau tidak, istri dan anaknya akan kembali dalam bentuk mayat. 


Rooney, Kevin dan Mars

Berawal dari iseng ingin mendapatkan sedikit uang jajan dengan merampok minimarket, mereka malah tidak sengaja membunuh si pemilik. Semakin parah, saat polisi yang mengejar, ditembak oleh Mars hingga terluka kritis!


Tapi mereka tidak menyangka, kalau rumah yang mereka masuki dengan niat menyandera penghuninya, agar bisa lepas dari tangan polisi, ternyata menyimpan uang tunai yang sangat besar.  Tanpa mereka tahu siapa pemilik utama dari uang jutaan dolar tersebut. Seandainya mereka menyadari tokoh mafia di balik semua itu, mungkin ketiganya bisa berpikir lebih waras untuk tidak ikut campur. 


Kevin yang termuda di antara mereka sudah berniat menyerahkan diri, tapi ditolak oleh Rooney dan Mars, yang sudah sangat ingin keluar dari rumah itu, dan membawa semua uang tunai. 


Yang tidak Rooney  dan Kevin ketahui, bahwa Mars teman mereka, sesungguhnya pemerkosa dan pembunuh berantai yang sudah membunuh banyak orang, termasuk ibunya sendiri, memutilasi  mereka, dan melarikan diri sebagai buron. Saat itu, Mars sudah sangat ingin membunuh kedua anak yang mereka sandera dan mungkin melenyapkan Kevin si pengecut yang selalu merengek ingin menyerah. 


Talley

Pikirannya jelas menjadi tidak fokus saat tahu istri dan anaknya disandera komplotan mafia. Belum lagi tugasnya untuk membujuk para sandera agar menyerahkan diri. 


Kondisi semakin parah tak menentu, saat Rooney mengancam akan membakar rumah tersebut beserta penghuninya, kalau polisi tetap nekad menerobos masuk. Talley benar-benar berkejaran dengan waktu. Dia harus menyelamatkan para sandera di rumah, tapi juga anak dan istrinya yang terancam dibunuh jika disket berisi bukti tidak didapat. Belum lagi saat tahu kalau salah seorang penyandera adalah buron dari pembunuh berantai yang sudah lama dicari! Bisa saja dia menjadi kalap dan membunuh orang-orang di rumah itu karena tekanan. 


--------------------------


Gilaaa sih alurnya ❤️❤️. Cepat, mencekam dan plot twisting 😱. Baru kali ini aku baca novel yang sedemikian menghipnotis dan ga sabar untuk tahu akhirnya. Untung saja semua berakhir sesuai keinginan. Robert Crais jago meramu cerita thriller yang diracik dengan aksi keren para petugas polisi dan bumbu kesadisan dari para mafia yang tidak mengenal belas kasih. Rekomen banget banget untuk para penyuka novel action ! 









Comments

Popular posts from this blog

REVIEW NOVEL: PHILOPHOBIA By TESSA INTANYA

REVIEW NOVEL: THE SPOOK'S APPRENTICE By JOSEPH DELANEY

REVIEW NOVEL: GONE BUT NOT FORGOTTEN By Phillip Margolin